Kampar — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tambang kabupaten Kampar melaksanakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Darul Quran Tambang, Rabu (07/10/2026). Kegiatan ini menyasar guru dan santri sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan, karakter, serta ketahanan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diisi dengan pembinaan kepada para guru dan ustadz/ustadzah serta pembinaan langsung kepada para santri di kelas masing-masing.
Ketua IPARI sekaligus Ketua PAI KUA Kecamatan Tambang Nursal, dalam kesempatan tersebut memberikan pembinaan khusus kepada para guru. Ia menekankan pentingnya keteladanan guru dalam membentuk karakter dan kepribadian santri.
“Guru bukan hanya orang yang mengajar, tetapi guru adalah teladan. Jadilah guru yang dirindukan santri, bukan hanya ketika mengajar, tetapi juga ketika tidak berada di hadapan mereka.”
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui contoh yang diberikan guru dalam ucapan, sikap, ibadah dan akhlak sehari-hari.
Sementara itu, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tambang memberikan pembinaan kepada santri dengan materi yang berkaitan erat dengan kehidupan remaja.
Materi tersebut meliputi pencegahan pernikahan dini, pencegahan dan penanggulangan bullying, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, bahaya narkoba, bahaya judi online, pembinaan akhlak dan karakter remaja, serta motivasi menjadi Generasi Emas 2045.
Pembinaan tersebut diberikan oleh tujuh Penyuluh Agama Islam, yakni Nurhidayah, Ridwan, Mashendri, Khairani Intan Tombang, Yusnarti, Riza Solehati, dan Maryah.
Kehadiran para Penyuluh Agama Islam KUA Tambang mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran, Abuya Kariman Ibrahim. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa senang atas sinergi yang terjalin dalam memberikan pembinaan kepada guru dan santri.
Kegiatan BRUS ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara KUA, Penyuluh Agama Islam, dan lembaga pendidikan pesantren dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan, tetapi juga iman, ilmu, akhlak, karakter dan ketahanan diri.
Melalui pembinaan tersebut, para Penyuluh Agama berharap santri mampu menjadi generasi yang mampu menjaga diri dari berbagai ancaman sosial seperti pernikahan dini, bullying, narkoba, judi online dan buta aksara Al-Qur’an, sekaligus memiliki kesiapan untuk menjadi bagian dari Generasi Emas 2045.

