PEKANBARU – Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Provinsi Riau akan menggelar pelatihan jurnalistik bagi pengelola website dan kontributor IPARI kabupaten/kota se-Provinsi Riau pada 26–27 Oktober 2026 di Hotel Evo Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola media dalam menghasilkan berita yang informatif, menarik, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik serta mengoptimalkan pemanfaatan media digital.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat PW IPARI Riau bersama jajaran pimpinan, redaktur website, dan pengelola Media Center IPARI Riau pada Senin (12/10/2026), pukul 09.00 WIB, bertempat di Masjid Ikhlas Beramal, Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru.
Pelatihan jurnalistik ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam mengelola media informasi organisasi, khususnya website dan media sosial IPARI. Melalui pelatihan tersebut, para pengelola media diharapkan mampu menyampaikan berbagai kegiatan, program, dan kiprah penyuluh agama kepada masyarakat secara profesional dan efektif.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan akan menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang mencakup dasar-dasar jurnalistik dan teknik penulisan berita, teknik wawancara, serta praktik langsung menulis berita. Peserta juga akan dibekali keterampilan teknik pengambilan foto dan video untuk mendukung publikasi kegiatan agar lebih menarik dan komunikatif.
Selain itu, materi akan membahas strategi memaksimalkan media sosial sesuai dengan perkembangan zaman digital. Kemampuan mengemas informasi dalam berbagai format konten menjadi penting agar pesan-pesan keagamaan dan kegiatan penyuluhan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui pelatihan ini, PW IPARI Riau berharap pengelola website dan kontributor dari kabupaten/kota memiliki kompetensi jurnalistik yang lebih baik, sehingga mampu memperkuat publikasi organisasi, meningkatkan kualitas pemberitaan, serta membangun citra positif IPARI sebagai organisasi profesi penyuluh agama yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi pengelolaan media IPARI Riau, sehingga informasi dari berbagai daerah dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada publik secara terarah, aktual, dan bertanggung jawab. YOY

