Penyuluh Agama Islam Bantan Ajak Ibu-Ibu Wirid Bijaksana Menggunakan Lisan dan Media Sosial

admin
3 Min Read

BENGKALIS – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantan, Muhamad Sodikin, mengajak jamaah Majelis Taklim (MT) Nur Hidayah Desa Kembung Baru untuk bijaksana dalam menggunakan lisan, baik dalam kehidupan rumah tangga, bermasyarakat, maupun saat berinteraksi melalui media sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan wirid mingguan yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 13.30 WIB, dengan jumlah peserta sebanyak 25 jamaah. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan MT Nur Hidayah, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi kaum ibu.

Dalam tausiyahnya, Muhamad Sodikin menyampaikan bahwa menjaga lisan merupakan bagian penting dari akhlak seorang Muslim. Perkataan yang baik dapat mempererat persaudaraan dan menciptakan kedamaian, sedangkan ucapan yang menyakitkan dapat menimbulkan perselisihan, bahkan merusak hubungan yang telah terjalin.

Ia menjelaskan tiga hal penting yang perlu diperhatikan jamaah dalam menjaga lisan.

Pertama, menjaga lisan dalam rumah tangga. Suami dan istri hendaknya membiasakan komunikasi yang santun, saling menghargai, serta menghindari perkataan kasar ketika menghadapi perbedaan pendapat. Demikian pula hubungan antara anak dan orang tua harus dilandasi sikap hormat, kasih sayang, dan tutur kata yang baik. Orang tua juga perlu memberikan teladan melalui ucapan yang mendidik dan menenangkan anak.

Kedua, menjaga lisan dalam kehidupan bermasyarakat. Jamaah diingatkan untuk menjauhi perilaku ghibah, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak kerukunan. Setiap Muslim hendaknya membiasakan diri menyampaikan hal-hal yang bermanfaat serta menghindari pembicaraan yang dapat menyakiti hati atau menjatuhkan kehormatan orang lain.

Ketiga, bijaksana menggunakan media sosial. Di era digital, menjaga lisan tidak hanya berlaku dalam percakapan secara langsung, tetapi juga dalam tulisan dan unggahan di media sosial. Muhamad Sodikin mengingatkan jamaah agar berhati-hati sebelum mengunggah status di WhatsApp maupun Facebook. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya, sedangkan komentar dan tulisan hendaknya tidak mengandung hinaan, fitnah, atau provokasi.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 70:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70).

Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar senantiasa menjaga ketakwaan dan menyampaikan perkataan yang benar dalam setiap keadaan, termasuk ketika berkomunikasi di dunia digital.

Melalui kegiatan wirid mingguan ini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantan berharap para jamaah dapat menerapkan adab berbicara dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, menjaga kerukunan di tengah masyarakat, serta menjadi pengguna media sosial yang santun dan bertanggung jawab.

Kegiatan pembinaan keagamaan di MT Nur Hidayah Desa Kembung Baru ini menjadi salah satu upaya memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun akhlak mulia di tengah keluarga dan masyarakat. Dengan menjaga lisan, diharapkan tercipta kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan penuh keberkahan.

Share This Article
Tidak ada komentar