Penyuluh Agama Islam Kemenag Kepulauan Meranti Bekali Siswa SMAN 3 Tebing Tinggi tentang Bahaya Pergaulan Bebas

admin
3 Min Read

Kepulauan Meranti — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Heni Listri Susanti, S.H.I., memberikan pembinaan kepada siswa-siswi SMAN 3 Tebing Tinggi, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini membahas larangan pergaulan bebas dan pemahaman tentang LGBT dalam perspektif agama sebagai bagian dari upaya membentengi generasi muda dari berbagai tantangan pergaulan di era modern.

Dalam pembinaan tersebut, Heni menekankan pentingnya pemahaman agama, pendidikan moral, dan pembentukan karakter bagi remaja. Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting dalam pencarian jati diri sehingga perlu diiringi dengan bimbingan yang tepat agar peserta didik mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap ajaran agama perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam memilih teman, menjaga batasan pergaulan, dan mengendalikan diri. Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan mampu membangun hubungan sosial yang sehat tanpa mengabaikan nilai-nilai agama dan norma yang berlaku.

Saat membahas LGBT dalam perspektif Islam, Heni mengajak para siswa untuk memahami persoalan tersebut secara bijaksana berdasarkan ajaran agama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga tutur kata, menghormati sesama manusia, dan tidak mudah menghakimi orang lain.

“Sebagai generasi muda, kita harus mampu menjaga diri, mengendalikan perilaku, serta memilih lingkungan pergaulan yang membawa pengaruh positif. Jadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan identitas diri maupun pergaulan, jangan mudah menghakimi orang lain, tetapi carilah pemahaman dan bimbingan dari orang tua, guru, serta pembimbing agama yang dapat dipercaya,” pesan Heni kepada para siswa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pergaulan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap masa depan remaja, mulai dari risiko kesehatan hingga terganggunya pendidikan dan kehidupan sosial. Oleh sebab itu, para siswa diharapkan mampu membangun pertemanan yang positif, menghormati diri sendiri dan orang lain, serta berani menolak ajakan yang dapat merugikan masa depan mereka.

Melalui kegiatan pembinaan ini, para siswa SMAN 3 Tebing Tinggi diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga pergaulan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan zaman. DS

Share This Article
Tidak ada komentar