Kepulauan Meranti — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tebingtinggi memberikan pembinaan kepada siswa melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Patria Dharma Selatpanjang, Rabu (7/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Menyelamatkan Generasi Muda dari Narkoba, LGBT dan Penyakit Masyarakat Lainnya.”
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Selatpanjang Kota, Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi, manajemen Yayasan Patria Dharma, sejumlah Penyuluh Agama Islam, serta unsur terkait lainnya. Para penyuluh yang turut hadir yakni Asep Darutahkik, M. Rizki, Tito, Yazid, Mardio, Shodiq, dan Mashudin.
Materi utama disampaikan Asep Darutahkik, S.H.I. yang juga merupakan salah satu ketua MUI Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam pembinaannya, Asep menekankan pentingnya pendidikan agama, perhatian orang tua, serta lingkungan pergaulan yang sehat sebagai upaya membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan berisiko, dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Menurut Asep, masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter sekaligus menentukan arah masa depan. Karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian, kasih sayang, keteladanan, dan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam penggunaan media sosial.
“Jangan sampai kita baru menangis ketika anak sudah terjerumus. Jangan menunggu anak terkena narkoba baru kita bertanya dengan siapa ia berteman. Jangan menunggu anak mengalami kerusakan moral baru kita bertanya di mana selama ini kita sebagai orang tua,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam keluarga. Menurutnya, anak tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan materi dan pendidikan, tetapi juga membutuhkan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman agar mereka terbuka untuk bercerita serta mendapatkan bimbingan ketika menghadapi persoalan.
Dalam pembinaan tersebut, Asep turut mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai benteng moral. Pesan tersebut diperkuat dengan penyampaian kandungan QS. At-Tahrim ayat 6 tentang perintah menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Selain itu, hadis Rasulullah SAW mengenai pengaruh teman dekat disampaikan sebagai pengingat agar para remaja lebih bijak dalam memilih lingkungan pergaulan.
Pada pembahasan mengenai LGBT, materi disampaikan dari perspektif keagamaan dengan merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari edukasi keagamaan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai norma, tanggung jawab, dan perilaku, dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif serta pembinaan karakter.
Melalui kegiatan BRUS ini, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga diri, memperkuat iman dan akhlak, serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentengi generasi muda melalui sinergi keluarga, sekolah, pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat. DS


