Rokan Hilir— Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Melda,S.Sos.I bersama Kelompok Muslimah Kaffah Rokan Hilir menggelar majelis taklim bulanan bertema “Stop Normalisasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender)” di Grand Mutiara Hotel, Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut membahas pandangan Islam terhadap isu LGBT serta pentingnya peran keluarga, lingkungan sosial, dan pembinaan spiritual dalam menyikapi persoalan tersebut.
Dalam pemaparannya, Melda menjelaskan pentingnya memahami ajaran Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Ia menegaskan bahwa persoalan yang berkaitan dengan perilaku seksual dan ketentuan syariat perlu disikapi melalui edukasi keagamaan yang tepat, pendekatan yang bijaksana, serta pendampingan yang mengedepankan kepedulian.
Melda juga menekankan tiga pendekatan penting dalam proses pendampingan, yakni pendekatan psikologis, dukungan lingkungan keluarga, dan pendampingan spiritual.
Menurutnya, pendekatan psikologis diperlukan untuk memahami kebutuhan individu dan memberikan dukungan yang sesuai. Sementara itu, keluarga memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman, terbuka, dan penuh kasih sayang. Adapun pendampingan spiritual diharapkan dapat memperkuat pemahaman agama, keimanan, dan akhlak.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya edukasi keagamaan yang santun, dialog yang terbuka, serta peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan pendampingan secara bijaksana tanpa diskriminasi terhadap siapa pun.
Majelis taklim bulanan ini menjadi salah satu upaya penyuluh agama bersama kelompok masyarakat untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. MZ

