Penyuluh Agama Islam KUA Kuantan Tengah Gelar Gempita di SMP Negeri 6 Teluk Kuantan

admin
4 Min Read

KUANTAN SINGINGI — Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Tengah melaksanakan kegiatan Gerakan Bersama Berantas Buta Aksara Al-Qur’an (Gempita) di SMP Negeri 6 Teluk Kuantan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Penyuluh Agama Islam terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia sekolah. Pada Jumat (23/10/2026)

Pelaksanaan program Gempita tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh sembilan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Tengah, yaitu Ernita AA, Jabrius Jas, Lasmiadi, Karnaini, Prihasni, Pitro Hamdani, Ramdanil, Ade Juniawan, dan Ernawati. Mereka bersinergi memberikan penyuluhan dan bimbingan keagamaan kepada para peserta didik sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memastikan bahwa generasi muda tidak hanya memperoleh pengetahuan umum di bangku sekolah, tetapi juga memiliki bekal pendidikan agama yang kuat. Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan salah satu fondasi penting bagi umat Islam untuk memahami, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program Gempita, para Penyuluh Agama Islam berupaya mendekatkan pembelajaran Al-Qur’an kepada peserta didik dengan memberikan bimbingan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pendekatan penyuluhan diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan keberanian siswa dalam mengenal dan membaca huruf hijaiyah, serta mendorong mereka untuk terus memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Kehadiran para penyuluh secara bersama-sama juga menunjukkan komitmen dan semangat kolaborasi dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk kebiasaan positif, dan memperkuat karakter peserta didik sejak dini.

Program Gempita bukan sekadar kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan juga bagian dari ikhtiar membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan akhlak yang baik. Dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang semakin meningkat, para siswa diharapkan dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, bertutur kata, dan berinteraksi dengan sesama.

Para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Tengah terus berupaya menjalankan peran strategisnya dalam memberikan edukasi dan pendampingan keagamaan. Melalui kegiatan seperti Gempita, penyuluh hadir tidak hanya sebagai penyampai pesan agama, tetapi juga sebagai mitra pendidikan dalam membentuk generasi muda yang mencintai Al-Qur’an.

Pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 6 Teluk Kuantan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik serta memperkuat sinergi antara Penyuluh Agama Islam dan lingkungan pendidikan. Dukungan sekolah, guru, dan orang tua juga menjadi faktor penting agar pembelajaran Al-Qur’an dapat terus berlanjut, baik di sekolah maupun di rumah.

Ke depan, program Gempita diharapkan semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta didik sehingga upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui gerakan ini, diharapkan tumbuh generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, membangun generasi Qur’ani merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berkarakter. Syf.

Share This Article
Tidak ada komentar