Kepulauan Meranti — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk membahas isu LGBT yang menjadi perhatian di lingkungan pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (23/10/2026), pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti.
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Kabupaten Kepulauan Meranti, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Penyuluh Agama Islam, serta aparatur pemerintah daerah terkait.
Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk membahas perkembangan isu LGBT di lingkungan pendidikan, mengklarifikasi informasi yang beredar, serta merumuskan langkah pembinaan dan pencegahan melalui kerja sama lintas instansi sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Dalam rapat tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tebing Tinggi, Muhammad Rizki, bersama Asep Darutahkik, turut berpartisipasi dengan menyampaikan masukan mengenai pentingnya penguatan pembinaan keagamaan dan pendampingan bagi anak serta remaja.
Muhammad Rizki menyampaikan perlunya pemetaan terhadap lingkungan dan situasi yang membutuhkan perhatian lebih dalam pembinaan generasi muda. Ia juga mendorong pelaksanaan sosialisasi dan edukasi secara terarah dengan melibatkan pihak sekolah, keluarga, penyuluh agama, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Menurutnya, pembinaan generasi muda perlu dilakukan melalui pendekatan edukatif, penguatan nilai-nilai agama, pendidikan karakter, serta pemahaman tentang pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab. Upaya tersebut hendaknya dilaksanakan secara bijaksana dengan memperhatikan kondisi setiap individu, menjaga kerahasiaan informasi pribadi, serta menghindari tindakan diskriminatif maupun perlakuan yang merendahkan martabat pelajar.
Rapat koordinasi ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan perkembangan generasi muda. Penanganan persoalan di lingkungan pendidikan perlu didasarkan pada informasi yang jelas serta mengutamakan keselamatan, perlindungan, dan kepentingan terbaik bagi anak.
Melalui rapat lintas sektoral ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan langkah tindak lanjut yang konkret dalam memperkuat pembinaan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kerja sama berbagai pihak diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta berlandaskan nilai-nilai moral dan agama dengan tetap menghormati martabat setiap pelajar.
Keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam forum ini merupakan bentuk kontribusi dalam memberikan perspektif keagamaan dan memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan yang santun, edukatif, dan berkelanjutan. DS

