MERANTI — Upaya untuk memperkuat kualitas dakwah Islam dan mengoptimalkan peran khotib di tengah masyarakat terus dilakukan di wilayah pesisir Riau. Pada Kamis (22/10/2026), telah sukses dilaksanakan kegiatan Pembinaan Khotib Se-Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh sebanyak 60 orang khotib yang merupakan perwakilan dari berbagai masjid yang tersebar di wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir. Jalannya acara dikoordinatori secara langsung oleh Hardinata, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rangsang Pesisir, yang juga bertindak sebagai koordinator pelaksana kegiatan.
Untuk memperkuat komitmen bersama dalam pembinaan umat, kegiatan ini turut dihadiri oleh deretan jajaran pejabat dan tokoh keagamaan setempat, di antaranya Camat Rangsang Pesisir, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangsang Pesisir, serta para Penyuluh Agama Islam se-kecamatan.
Pembinaan ini diselenggarakan dengan tujuan utama meningkatkan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan teknis para khotib dalam mempersiapkan dan menyusun materi khutbah Jumat agar senantiasa berada dalam koridor tuntunan syariat Islam.
Selain pembekalan materi, agenda ini difungsikan sebagai ruang silaturahmi, koordinasi, dan diskusi interaktif antar-khotib. Melalui wadah ini, para peserta diajak untuk menyamakan persepsi dalam merumuskan pesan-pesan keagamaan yang bersifat menyejukkan, mencerahkan, dan memberikan wawasan edukatif yang relevan dengan dinamika serta kebutuhan masyarakat modern.
Melalui pembekalan yang sistematis, para khotib diharapkan semakin mahir dalam menyajikan materi khutbah yang berbobot dan berlandaskan Al-Qur’an serta Sunnah. Lebih dari sekadar menyampaikan rukun khutbah, para khotib terdorong untuk mengambil peran aktif dalam membina akhlak umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta merawat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman warga.
Dalam keterangannya, Hardinata selaku koordinator pelaksana mengungkapkan optimisme dan harapannya atas terselenggaranya pembinaan ini. Ia menekankan pentingnya khutbah Jumat sebagai instrumen transformasi sosial yang efektif.
“Kami berharap kegiatan pembinaan ini menjadi langkah positif dan konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Khususnya melalui pelaksanaan khutbah Jumat yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif, santun, dan mampu memberikan pencerahan kedamaian bagi seluruh jamaah,” ujar Hardinata.
Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi yang semakin solid antara Pemerintah Kecamatan Rangsang Pesisir, KUA, Penyuluh Agama Islam, serta para khotib. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Rangsang Pesisir yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. YOY.

