BENGKALIS, Ahad, 11 Oktober 2026 – Dalam upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Siak Kecil, Usmawati, S.Pd.I., menggelar Lomba Hafalan Surah Pendek: Membentuk Anak Saleh dan Salehah Cinta Al-Qur’an bagi anak-anak kelompok tahfiz di Dusun Sungai Bakung, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dilaksanakan di lapangan terbuka agar anak-anak dapat mengikuti perlombaan dalam suasana yang segar, nyaman, dan menyenangkan. Perlombaan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi anak-anak.
Dalam perlombaan, peserta tampil satu per satu untuk memperdengarkan hafalan surah-surah pendek di hadapan pembimbing dan teman-temannya. Selain menguji kemampuan hafalan, kegiatan ini juga bertujuan melatih keberanian, kepercayaan diri, kedisiplinan, dan semangat anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an.
Usmawati, S.Pd.I., menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar menentukan pemenang, melainkan memberikan motivasi agar anak-anak semakin rajin membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Menurutnya, setiap anak yang berani tampil patut mendapatkan apresiasi. Keberanian untuk maju dan memperdengarkan hafalan merupakan prestasi yang perlu dihargai, terlepas dari hasil perlombaan.
Sebagai bentuk penghargaan dan penyemangat, seluruh peserta mendapatkan hadiah berupa buku tulis dan pulpen. Hadiah sederhana tersebut diharapkan dapat menambah kebahagiaan sekaligus mendorong anak-anak untuk terus belajar, menulis, dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, anak-anak juga diajak menumbuhkan nilai-nilai positif, seperti kesabaran, sportivitas, saling menghargai, serta semangat berlomba dalam kebaikan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, pembelajaran agama diharapkan menjadi pengalaman yang berkesan dan tidak terasa membebani.
Usmawati berharap kegiatan kelompok tahfiz di Dusun Sungai Bakung dapat terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an. Dukungan orang tua dan masyarakat juga dinilai penting agar pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak dapat berlangsung secara berkesinambungan.
“Tidak harus membawa pulang piala untuk menjadi juara. Keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam menghafal, dan kemauan untuk terus belajar adalah kemenangan yang sesungguhnya. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah yang mencintai, menghafal, membaca, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran Penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Diharapkan, melalui kegiatan semacam ini, tumbuh generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak mulia, dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat. Syf.


