BANTAN, BENGKALIS – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantan, Mardiana, S.Pd.I., memberikan bimbingan keagamaan kepada anak-anak di Masjid Raudhatul Ulum, Jalan Jenderal Sudirman, Bangun Sari 3, Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini melalui pemahaman kandungan Al-Qur’an dan pembiasaan ibadah sunah, khususnya salat Duha. Dalam bimbingan tersebut, Mardiana mengajak anak-anak mengenal pesan-pesan penting dalam Surah Asy-Syams serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mardiana menjelaskan bahwa Surah Asy-Syams mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah SWT melalui berbagai ciptaan-Nya. Surah ini juga mengandung pelajaran penting tentang kesucian jiwa dan tanggung jawab manusia dalam memilih jalan kebaikan serta ketakwaan.
Ia secara khusus menyampaikan kandungan Surah Asy-Syams ayat 7–10, yang menjelaskan bahwa Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa jalan kefasikan dan ketakwaan. Keberuntungan akan diraih oleh orang yang menyucikan jiwanya, sedangkan kerugian akan menimpa orang yang mengotorinya dengan perbuatan buruk.
Allah SWT berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10).
Melalui ayat tersebut, anak-anak diajak membiasakan perilaku terpuji, seperti berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, rajin beribadah, serta menjauhi perbuatan yang tidak baik. Dengan demikian, pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada pemahaman ayat, tetapi juga diwujudkan dalam akhlak sehari-hari.
Selain membahas kandungan Surah Asy-Syams, Mardiana juga menjelaskan hikmah salat Duha sebagai salah satu ibadah sunah yang dapat membentuk kebiasaan baik sejak usia dini. Menurutnya, salat Duha mengajarkan kedisiplinan beribadah, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, melatih keikhlasan, serta menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Muslim bahwa setiap pagi terdapat kewajiban sedekah atas setiap persendian manusia, dan dua rakaat salat Duha mencukupi sebagai sedekah tersebut.
Penjelasan ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk membiasakan salat Duha dan memahami bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan juga sarana membentuk pribadi yang disiplin, bersyukur, dan berakhlak mulia.
Mardiana berharap, melalui kegiatan bimbingan keagamaan ini, anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an, memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan ibadah sejak dini juga diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantan dalam melaksanakan pembinaan keagamaan kepada generasi muda. Melalui pendekatan yang edukatif dan pembiasaan ibadah, nilai-nilai Islam diharapkan semakin tertanam dalam diri anak-anak, baik di lingkungan masjid, keluarga, maupun masyarakat. Syf.

