USTADZ NURSAL KEMBALI HADIR DI SPN TANAMKAN IMAN, BENTUK POLISI BERAKHLAK MULIA

admin
3 Min Read

KAMPAR — Pembinaan mental dan spiritual menjadi bagian penting dalam membentuk calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, disiplin, dan berakhlak mulia. Kali ini Nursal, Penyuluh Agama Islam KUA Tambang, dan Juga Ketua IPARI Kabupaten Kampar, kembali hadir memberikan pembinaan rohani kepada para siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) melalui khutbah Jumat yang penuh pesan dan motivasi.

Mengangkat tema “Memakmurkan Masjid sebagai Tempat Membangun Iman Seorang Polisi”, Ustadz Nursal mengajak para siswa SPN untuk menjadikan masjid bukan sekadar tempat melaksanakan salat, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab.

Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa menjadi polisi yang hebat tidak cukup hanya bermodalkan fisik yang kuat, kemampuan yang terlatih, dan kedisiplinan dalam mengikuti pendidikan. Lebih dari itu, seorang polisi harus memiliki iman yang kokoh, hati yang bersih, serta akhlak yang menjadi teladan bagi masyarakat. “Jangan hanya melatih kekuatan tangan, tetapi latihlah juga kekuatan iman. Jangan hanya mendisiplinkan langkah, tetapi disiplinkan pula hati. Sebab, polisi yang hebat bukan hanya mampu menghadapi kejahatan, tetapi juga mampu mengendalikan dirinya sendiri,” pesan Ustadz Nursal di hadapan para siswa SPN.

Beliau juga mengingatkan agar para siswa tidak hanya rajin beribadah selama menjalani pendidikan, tetapi tetap istiqamah memakmurkan masjid ketika kelak telah bertugas di tengah masyarakat, di mana pun mereka ditempatkan.

Menurutnya, masjid mengajarkan nilai persamaan derajat, ketaatan, kesabaran, dan ketundukan kepada Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang harus dibawa ke dalam pelaksanaan tugas kepolisian agar kewenangan dijalankan dengan amanah, hukum ditegakkan dengan adil, dan masyarakat dilayani dengan hati. Dalam surat At Taubah ayat 18 menjadi pengingat bahwa memakmurkan masjid bukan hanya tentang meramaikan bangunannya, tetapi juga menghidupkan ibadah dan menumbuhkan keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang calon anggota Polri bukan hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari kesanggupannya menjaga kehormatan seragam, menjunjung tinggi keadilan, melindungi masyarakat, dan tetap dekat dengan Allah SWT.

Jangan tunggu memiliki pangkat untuk menjadi teladan. Jangan tunggu memiliki jabatan untuk berbuat baik. Dan jangan sampai setelah berhasil meraih cita-cita, kita justru melupakan Allah SWT. Semoga para siswa SPN tumbuh menjadi insan Bhayangkara yang kuat fisiknya, cerdas pikirannya, kokoh imannya, mulia akhlaknya, serta amanah dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Share This Article
Tidak ada komentar