PEKANBARU – Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pekanbaru, Busihat Abdullah, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Masjid Al-Ikhlas, Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Jumat (16/10/2026), pukul 16.30–17.30 WIB.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memohon Kebahagiaan Dunia, Menggapai Kebahagiaan Akhirat”, yang berlandaskan doa dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 201:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Dalam penyampaiannya, Busihat Abdullah mengajak jamaah untuk memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari keberhasilan dan kenikmatan hidup di dunia, tetapi juga dari kesiapan dalam menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Kebaikan dunia hendaknya diwujudkan melalui keimanan yang kokoh, keluarga yang harmonis, rezeki yang halal, kesehatan, serta hubungan sosial yang baik. Sementara itu, kebahagiaan akhirat perlu dipersiapkan dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan bahwa doa memohon kebaikan dunia dan akhirat harus disertai ikhtiar nyata. Seorang muslim tidak cukup hanya berdoa, tetapi juga perlu memperbaiki diri, menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini turut didukung oleh Susmita, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Binawidya yang bertugas sebagai pengurus bidang dakwah. Keterlibatan penyuluh agama diharapkan dapat memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman jamaah dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan semakin memahami pentingnya menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat, sehingga setiap langkah kehidupan menjadi bagian dari ikhtiar meraih rida Allah SWT.
Doa Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar menjadi pengingat bahwa seorang muslim hendaknya senantiasa memohon kebaikan dalam kehidupan dunia, berusaha meraih kebahagiaan akhirat, dan berlindung kepada Allah SWT dari azab api neraka. YOY
.

