Rokan Hilir — Pembinaan akhlak menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai agama. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Rokan Hilir melalui kegiatan bimbingan kerohanian di MTs Alkholidiyah Sedinginan, Kelurahan Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (15/10/2026)
Dalam kegiatan tersebut, Idrus, S.Pd.I., anggota IPARI Kabupaten Rokan Hilir hadir memberikan pembinaan kepada para siswa dan majelis guru. Ia menyampaikan pentingnya memperkuat nilai-nilai keislaman serta menjaga akhlak mulia di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan pergaulan pada era modern.
Idrus menegaskan bahwa generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik dan kemampuan memanfaatkan teknologi, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama yang bernaung di bawah IPARI, kami memiliki tanggung jawab untuk turut membina generasi muda agar tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” ungkap Idrus.
Ia menambahkan bahwa prestasi akademik akan semakin bermakna apabila didukung oleh fondasi agama yang kuat. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan perlu terus dilakukan agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang berilmu, santun, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Kepala MTs Alkholidiyah Sedinginan, Leni Marni, S.Psi., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pembinaan kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia sekaligus berprestasi.
“Kehadiran program IPARI di madrasah kami sangat sejalan dengan visi utama kami, yaitu mencetak generasi berakhlak dan berprestasi. Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan lulusan yang santun, taat beragama, serta mampu bersaing meraih prestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi,” tutur Leni Marni.
Melalui kegiatan bimbingan kerohanian ini, sinergi antara Penyuluh Agama Islam dan lembaga pendidikan diharapkan semakin memperkuat pembentukan karakter peserta didik. Penanaman nilai-nilai agama sejak dini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. UUS

