Rokan Hilir — Upaya meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an terus dilakukan melalui pembinaan keagamaan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagan Siapi-api. Pada Senin (12/10/2026), Syakroni, S.Pd.I., Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih, melaksanakan penyuluhan keagamaan yang merupakan bagian dari agenda pembinaan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam kegiatan tersebut, Syakroni memberikan bimbingan tahsin Al-Qur’an dengan berfokus pada Surah An-Nas. Ia membimbing warga binaan memperbaiki bacaan, terutama dalam pelafalan makhrajul huruf dan penerapan hukum tajwid, sehingga mereka dapat membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih tepat.
Pembelajaran dimulai dari surah pendek yang sering dibaca dalam salat sehari-hari. Melalui praktik membaca secara langsung, warga binaan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memahami pesan keagamaan yang terkandung di dalamnya.
Syakroni menyampaikan bahwa mempelajari Al-Qur’an tidak hanya sebatas melafalkan ayat, tetapi juga perlu disertai upaya memahami makna dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Mempelajari Al-Qur’an dengan bacaan yang benar dan tartil adalah prioritas utama kita. Surah An-Nas mengandung perlindungan Allah SWT dari segala bentuk kejahatan dan bisikan setan. Harapan kami, melalui pembelajaran ini, warga binaan tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu meresapi maknanya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pihak Lapas Kelas IIA Bagan Siapi-api menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan oleh Syakroni. Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu sarana untuk mendukung pembinaan mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an, meningkatkan kualitas ibadah, dan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Bekal spiritual ini diharapkan dapat membantu mereka menjalani proses perubahan diri dan mempersiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Penyuluhan ini menjadi bagian dari komitmen IPARI Kabupaten Rokan Hilir dalam mendukung pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan. Melalui bimbingan yang berkelanjutan, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dipelajari, tetapi juga diamalkan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. MZ

