Pekanbaru — Tiga pesan Rasulullah saw tentang bagaimana meraih kebahagiaan dunia dan akhirat menjadi inti tausiah Zuhur di Masjid Amal Ikhlas Kanwil Kemenag Riau, Kamis (8/10/2026). Tausiah disampaikan oleh Ramlis, Penyuluh Agama Islam Kota Pekanbaru sekaligus Pimpinan Umum Website Media Center IPARI Riau.
Dalam tausiahnya, Ramlis mengangkat sebuah hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma. Hadis tersebut memuat tiga pesan utama yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, yakni bertakwa kepada Allah di mana pun berada, mengiringi keburukan dengan kebaikan, serta memperlakukan sesama manusia dengan akhlak yang mulia.
Ramlis menjelaskan, pesan pertama Rasulullah saw adalah agar setiap Muslim senantiasa bertakwa kepada Allah SWT di manapun berada.
Takwa, menurutnya, bukan hanya diwujudkan ketika seseorang berada di masjid, majelis ilmu, atau di tengah lingkungan yang religius. Takwa justru harus hadir dalam setiap ruang kehidupan, termasuk ketika seseorang berada sendirian dan tidak ada manusia yang melihat.
“Takwa adalah kesadaran bahwa Allah SWT selalu melihat apa yang kita lakukan. Karena itu, jangan hanya menjadi baik ketika dilihat manusia, tetapi tetaplah baik karena Allah,” pesannya.
Kesadaran tersebut menjadi benteng bagi seorang Muslim dalam menjaga ucapan, perbuatan, amanah, serta keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan kedua adalah mengiringi perbuatan buruk dengan kebaikan.
Ramlis mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Namun, sebuah kesalahan tidak seharusnya membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT.
Ketika melakukan kesalahan, seorang Muslim dianjurkan segera bertaubat dan mengiringinya dengan amal kebaikan.
Pesan tersebut sekaligus mengajarkan pentingnya optimisme dalam kehidupan. Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama masih diberikan kesempatan hidup.
Pesan ketiga adalah bergaul dengan manusia menggunakan akhlak yang baik.
Menurut Ramlis, kesalehan seseorang tidak hanya terlihat dari hubungan vertikalnya dengan Allah SWT, tetapi juga tercermin dalam bagaimana ia memperlakukan orang lain.
Menjaga lisan, menghormati orang lain, tidak menyakiti, membantu sesama, mampu memaafkan, serta menjaga hubungan baik merupakan bagian dari akhlak yang harus terus dipelihara.
“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi lisan dan perilaku kita justru menyakiti orang lain. Rasulullah mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ramlis menegaskan bahwa ketiga pesan tersebut sebenarnya saling berkaitan. Takwa membentuk hubungan yang kuat dengan Allah, kebaikan menjadi jalan memperbaiki kesalahan, sementara akhlak mulia menjadi fondasi hubungan dengan sesama manusia.
Ketiganya menjadi bekal penting dalam membangun kehidupan yang tidak hanya mengejar kebahagiaan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.
Tausiah Zuhur tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan nilai-nilai keislaman bagi jamaah Masjid Amal Ikhlas Kanwil Kemenag Riau.
Sebagai Penyuluh Agama Islam Kota Pekanbaru sekaligus Pimpinan Umum Website Media Center IPARI Riau, Ramlis tidak hanya menjalankan peran penyuluhan melalui mimbar keagamaan, tetapi juga mengambil bagian dalam menyebarluaskan pesan-pesan keislaman melalui ruang informasi dan media digital. YOY

