Berita

Wujud Nyata Kemenag Berdampak, Penyuluh Agama Dampingi Pembinaan Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru

Pekanbaru — Kehadiran penyuluh agama di balik jeruji bukan sekadar menjalankan tugas pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menumbuhkan harapan, menguatkan mental, dan membimbing warga binaan agar tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama melalui program Kemenag Berdampak.

Pembinaan keagamaan bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru telah berlangsung sejak tahun 2010. Pada awal pelaksanaannya, kegiatan ini dibina langsung oleh Busihat Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai Ketua IPARI Kota Pekanbaru, bersama Suhaimi. Seiring waktu, kegiatan tersebut terus berlanjut melalui kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) dengan IPARI Kota Pekanbaru hingga saat ini.

Pembinaan dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat pagi di masjid lapas, dengan melibatkan lima orang penyuluh agama Islam secara bergantian. Selain pembinaan Islam, kegiatan keagamaan juga difasilitasi melalui kehadiran penyuluh agama Kristen dan Buddha sebagai bentuk pelayanan keagamaan bagi warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Pada Jumat (2/10/2026), tim penyuluh agama Islam yang terdiri atas Susmita, Suhaimi, Nasrul, Ernita, dan Yulima Ozeni Yusnita melaksanakan pembinaan dengan pendekatan yang lebih personal. Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh berhadapan langsung dengan warga binaan dari kamar satu yang menjalani hukuman terkait kasus narkoba.

Suasana pembinaan kali ini terasa berbeda. Dua orang warga binaan mengungkapkan rasa putus asa, jenuh, dan bosan menjalani masa hukuman. Dengan emosi yang sulit dibendung, keduanya menceritakan kekecewaan karena harapan mereka untuk memperoleh pengurangan masa hukuman melalui perilaku baik dan keaktifan mengikuti pembinaan keagamaan ternyata belum sesuai dengan yang diharapkan.

Mendengarkan ungkapan tersebut, para penyuluh agama berupaya hadir sebagai pendamping yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan perasaan mereka. Dengan pendekatan yang humanis, para penyuluh memberikan motivasi dan penguatan spiritual agar keduanya tidak larut dalam keputusasaan.

Para penyuluh mengingatkan bahwa menjalani masa hukuman memang bukan perkara mudah. Namun, keadaan tersebut tidak seharusnya mematikan harapan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kebaikan, kesungguhan beribadah, dan kemauan memperbaiki diri serta hati tetap memiliki nilai penting dalam perjalanan kehidupan, terlepas dari bagaimana hasil yang diharapkan.

Pembinaan agama diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin untuk mengisi waktu, tetapi juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk menemukan ketenangan, membangun kesadaran diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pada akhir sesi, salah seorang penyuluh agama, Nasrul, memberikan wejangan khusus kepada kedua warga binaan tersebut. Ia juga memanjatkan doa agar keduanya diberikan kekuatan, ketabahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam menjalani masa hukuman. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali masa depannya.

Seluruh kegiatan pembinaan ini senantiasa didampingi oleh Nurlis selaku penanggung jawab kegiatan TPA di lapas. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

Melalui kegiatan ini, penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa dakwah dan pembinaan tidak mengenal batas tempat. Bahkan di balik jeruji sekalipun, pesan-pesan agama tetap dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan.

Sebab, pembinaan sejatinya bukan hanya tentang mengajarkan kebaikan, tetapi juga tentang menemani seseorang agar tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik. Inilah makna Kemenag Berdampak: hadir melayani, membimbing, dan menguatkan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. YOY

admin

Recent Posts

Penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah Gelar Gempita di SMP Negeri 2 Teluk Kuantan

Kuantan Singingi– Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Ernita AA…

11 menit ago

Muhammad Ridwan Laksanakan Survei Kerukunan Umat Beragama di Desa Seberang Taluk

KUANTAN SINGINGI– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan…

1 jam ago

Sentuh Hati Warga Binaan, Penyuluh Agama Tanah Putih Tebarkan Cahaya

Rokan Hilir – Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Tanah Putih, Idrus, S.Pd.I., memberikan bimbingan rohani,…

3 jam ago

Penyuluh Agama Batang Tuaka Bekali Catin, Menikah Adalah Awal Perjalanan Ibadah yang Panjang

Indragiri Hilir – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Tuaka, Muslim, memberikan…

3 jam ago

Perkuat Layanan Rohani Pasien, IPARI Pekanbaru Dukung Kerja Sama Kemenag dan RS Mata PBEC

Pekanbaru – Pekanbaru – Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pekanbaru, Buslihat Abdullah,…

4 jam ago

Enam Penyuluh Agama Islam Kuansing Dibekali untuk Survei Kerukunan Umat Beragama

KUANTAN SENGINGI — Sebanyak enam Penyuluh Agama Islam mendapatkan pembekalan sebelum turun ke lapangan untuk…

5 jam ago