Pekanbaru – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rumbai, Roheliza, memberikan pelatihan penyelenggaraan jenazah bagi jamaah Majelis Taklim (MT) Assalam di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, pada 29–30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh perwakilan berbagai masjid dan musala di sekitar Kelurahan Air Dingin.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan fardu kifayah, khususnya tata cara penyelenggaraan jenazah perempuan sesuai dengan syariat Islam. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk mempelajari tata cara pengurusan jenazah secara langsung dan terarah.
Dalam penyampaian materinya, Roheliza menekankan pentingnya memahami tata cara penyelenggaraan jenazah berdasarkan tuntunan fikih Islam. Menurutnya, dalam praktik di masyarakat, terkadang terdapat unsur budaya dan adat istiadat daerah yang bercampur dengan pelaksanaan pengurusan jenazah.
Ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan jenazah harus berpedoman pada ketentuan fikih dan syariat Islam, bukan semata-mata mengikuti kebiasaan atau tradisi yang berkembang di suatu daerah. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang benar agar pelaksanaan fardu kifayah sesuai dengan tuntunan agama.
Pelatihan ini secara khusus memberikan perhatian pada penyelenggaraan jenazah perempuan, mulai dari tata cara memandikan, mengafani, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam setiap tahap pengurusan jenazah. Peserta juga diperkenalkan dengan doa-doa yang dibaca dalam proses tersebut sesuai dengan tuntunan yang diajarkan.
Ketua MT Assalam, Ummu Nuha, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini sebagian jamaah hanya melihat atau mengikuti proses penyelenggaraan jenazah tanpa benar-benar memahami tata cara dan ketentuan yang harus dilakukan.
“Selama ini kita melihat orang memandikan jenazah, merobek kain kafan, dan khususnya dalam pengurusan jenazah perempuan, kita hanya menonton atau sekadar ikut-ikutan. Sekarang, melalui pelatihan ini, kita mendapatkan pengetahuan dan praktik langsung, termasuk doa-doa yang dibacakan ketika melakukan tahapan tertentu, seperti saat memandikan jenazah, menyiapkan kain kafan, dan memejamkan mata jenazah,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan bekal pengetahuan bagi jamaah agar lebih siap ketika dibutuhkan untuk membantu penyelenggaraan jenazah di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak kaum perempuan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penyelenggaraan jenazah perempuan sesuai syariat Islam. Dengan demikian, pelaksanaan fardu kifayah dapat dilakukan secara benar, tertib, dan penuh penghormatan kepada jenazah.
Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penyuluh agama dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan memberdayakan masyarakat agar mampu menjalankan kewajiban fardu kifayah secara mandiri sesuai tuntunan Islam. YOY
KUANTAN SINGINGI– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan…
Rokan Hilir – Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Tanah Putih, Idrus, S.Pd.I., memberikan bimbingan rohani,…
Indragiri Hilir – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Tuaka, Muslim, memberikan…
Pekanbaru – Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pekanbaru, Buslihat Abdullah, S.Ag., M.H.,…
KUANTAN SENGINGI — Sebanyak enam Penyuluh Agama Islam mendapatkan pembekalan sebelum turun ke lapangan untuk…
Kuantan Sengingi — Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Ernita…