Pekanbaru ( Kemenag) — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau memantapkan pengelolaan media digital sebagai bagian dari upaya memperkuat publikasi dan memperkenalkan kiprah nyata para penyuluh agama kepada masyarakat. Hal tersebut dibahas dalam rapat pengurus wilayah yang digelar di Aula Mini Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Kamis, 17 September 2026.
Rapat yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin langsung Ketua IPARI Provinsi Riau, Masrizal, MH, didampingi Sekretaris IPARI Riau, Nurdin, MH. Kegiatan turut diikuti secara daring oleh pengurus IPARI kabupaten/kota se-Provinsi Riau, admin media sosial, serta para kontributor berita yang telah ditunjuk oleh pengurus wilayah.
Dalam arahannya, Masrizal, MH, mengatakan penguatan media merupakan bagian dari upaya IPARI Riau agar kerja nyata para penyuluh agama di setiap kabupaten dan kota semakin dikenal luas oleh masyarakat.
“Ini merupakan upaya untuk membuat kerja nyata para penyuluh di setiap kabupaten dan kota di Riau semakin dikenal di tengah umat melalui pemberitaan secara masif, baik melalui website berita maupun media sosial,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan media IPARI Riau tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi kegiatan, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi para penyuluh agama, khususnya dalam bidang literasi digital, penulisan berita, dan pengelolaan media sosial.
Selain publikasi, IPARI Riau juga menyiapkan ruang rubrik konsultasi yang diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh jawaban dan informasi terkait berbagai persoalan keagamaan yang mereka hadapi.
“Media ini diharapkan tidak hanya memberitakan kegiatan, tetapi juga memberikan manfaat dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang mereka hadapi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengurus website dan media sosial IPARI Provinsi Riau kepada Ramlis, MH selaku pemimpin redaksi. Penyerahan tersebut turut didampingi Alfian, S.Ag sebagai wakil pemimpin redaksi dan Yulima Ozeni Yusnita, S.Ag selaku redaktur pelaksana.
Ke depan, IPARI Riau juga merencanakan pelaksanaan pelatihan secara offline bagi pengurus website, media sosial, dan kontributor. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola pemberitaan, menyusun konten informatif, serta mengembangkan media sosial sebagai ruang komunikasi dan edukasi masyarakat.
Melalui penguatan media tersebut, IPARI Riau menargetkan kiprah penyuluh agama di seluruh kabupaten dan kota dapat terdokumentasi dan tersampaikan secara lebih luas, sehingga keberadaan penyuluh semakin dekat, dikenal, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di ruang digital. YOY


