{"id":2880,"date":"2026-07-21T07:10:22","date_gmt":"2026-07-21T07:10:22","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/?p=2880"},"modified":"2026-07-21T07:10:23","modified_gmt":"2026-07-21T07:10:23","slug":"susur-jejak-kemah-kerukunan-dan-ekoteologi-perkuat-harmoni-dan-kepedulian-lingkungan-penyuluh-agama-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/2026\/07\/21\/susur-jejak-kemah-kerukunan-dan-ekoteologi-perkuat-harmoni-dan-kepedulian-lingkungan-penyuluh-agama-riau\/","title":{"rendered":"Susur Jejak Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Perkuat Harmoni dan Kepedulian Lingkungan Penyuluh Agama Riau"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/riau.kemenag.go.id\/organisasi\/kemenag-kota-pekanbaru\">Pekanbaru<\/a>\u00a0(IPARI) \u2013 Kegiatan Susur Jejak menjadi salah satu agenda utama dalam Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Provinsi Riau yang mengusung tema &#8220;Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu.&#8221; Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 07.30\u201311.30 WIB dan diikuti sekitar 150 peserta dari 12 kabupaten\/kota se-Provinsi Riau.<\/p>\n\n\n\n<p>Susur jejak dirancang sebagai pembelajaran di alam terbuka yang memadukan nilai-nilai kerukunan umat beragama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui konsep &#8220;Merawat Bumi, Merajut Kerukunan&#8221;, para peserta diajak memahami bahwa bumi merupakan amanah Tuhan yang harus dijaga bersama tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun budaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama kegiatan berlangsung, setiap kontingen mengikuti tantangan di Pos 1, Pos 2, dan Pos 3. Pada setiap pos, para peserta memaparkan visi, misi, serta berbagai program dan aksi nyata yang telah mereka lakukan di daerah masing-masing dalam membangun kerukunan umat beragama, memperkuat moderasi beragama, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beragam inovasi dan praktik baik dipresentasikan oleh masing-masing kontingen. Mulai dari pembinaan masyarakat lintas agama, gerakan penghijauan, edukasi kebersihan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi antarpenyuluh agama dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.<\/p>\n\n\n\n<p>Suasana penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan terlihat sepanjang perjalanan susur jejak. Selain menguji kerja sama tim, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antarpenyuluh agama sebagai duta kerukunan dan pelopor pelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Panitia, Busihat Abdullah, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa susur jejak bukan sekadar aktivitas luar ruangan, tetapi menjadi sarana membangun karakter penyuluh agama yang mampu menghadirkan aksi nyata dalam menjaga kerukunan dan kelestarian alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini diharapkan lahir komitmen bersama untuk terus mengimplementasikan semangat &#8220;Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu&#8221;, sehingga penyuluh agama mampu menjadi teladan dalam merawat persaudaraan, memperkuat moderasi beragama, dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Riau yang harmonis dan berkelanjutan.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pekanbaru\u00a0(IPARI) \u2013 Kegiatan Susur Jejak menjadi salah satu agenda utama dalam Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Provinsi Riau yang mengusung tema &#8220;Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu.&#8221; Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 07.30\u201311.30 WIB dan diikuti sekitar 150 peserta dari 12 kabupaten\/kota se-Provinsi Riau. Susur jejak dirancang sebagai pembelajaran di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2881,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[141,142,138,140],"class_list":{"0":"post-2880","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-news","8":"tag-harmoni","9":"tag-kepdulian-lingkungan","10":"tag-kerukunan","11":"tag-penyuluh-agama"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2880"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2882,"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2880\/revisions\/2882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ipari-riau.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}