Kuantan Singingi —Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik terus menggencarkan pelaksanaan program Gempita (Gerakan Bersama Berantas Buta Aksara Al-Qur’an) di lingkungan pendidikan. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kuantan Mudik sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kemampuan peserta didik membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Pada Jumat (23/10/2026)
Program Gempita merupakan salah satu program unggulan yang dicanangkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Suhelmon, MA. Program ini bertujuan untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Suhelmon, MA, memberikan dukungan penuh serta mendorong para Penyuluh Agama Islam agar pelaksanaan program Gempita berjalan secara berkelanjutan dan mencapai hasil yang diharapkan. Ia menaruh perhatian besar terhadap upaya menuntaskan persoalan buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat, terutama di kalangan pelajar.
Dalam pelaksanaannya, enam Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Mudik turut mengambil peran aktif dalam menyukseskan program tersebut. Mereka adalah Deli Asran, Suhailis, Sukri, Nurdahlenni Harahap, Riska Pratama, dan Rini Kurniati
Keenam penyuluh tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memberikan pembinaan keagamaan kepada para peserta didik. Melalui program Gempita, para penyuluh diharapkan dapat membantu siswa mengenal huruf-huruf hijaiyah, memahami bacaan Al-Qur’an, serta meningkatkan kemampuan membaca sesuai dengan kaidah yang benar, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Kuantan Mudik dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi muda yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an serta karakter religius yang kuat.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam di sekolah bukan sekadar menjalankan tugas pembinaan keagamaan, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan pendampingan yang berkelanjutan, para penyuluh berupaya menjadikan pembelajaran Al-Qur’an sebagai kegiatan yang menyenangkan, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi kehidupan peserta didik.
Program Gempita di SMP Negeri 3 Kuantan Mudik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an sejak usia sekolah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pihak, baik tenaga pendidik, orang tua, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mendukung pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
Dengan dukungan penuh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi serta kerja sama para Penyuluh Agama Islam, program Gempita diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat. Syf.

