Kuantan Singingi — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, terus berkomitmen memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda melalui program Gerakan Bersama Berantas Buta Aksara Al-Qur’an (Gempita). Kali ini, kegiatan penyuluhan dilaksanakan di MTs Darunnajah, Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, pada hari Kamis (22/10/2026)
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Ahmad Damri, Dewi Putri Mustika, Delpajrianti, dan M. Hazri yang merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Mudik. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Penyuluh Agama Islam terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus pembinaan karakter religius peserta didik di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan Gempita, para penyuluh memberikan bimbingan keagamaan kepada siswa agar semakin mengenal, mencintai, dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar para siswa dalam mendalami kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Pelaksanaan penyuluhan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan keagamaan di lingkungan pendidikan. Kehadiran para Penyuluh Agama Islam di MTs Darunnajah Sungai Alah menjadi wujud sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki landasan keimanan dan akhlak yang kuat.
Pihak MTs Darunnajah Sungai Alah menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala madrasah memberikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Hulu Kuantan yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan bimbingan membaca Al-Qur’an kepada peserta didik. Pihak madrasah juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kontribusi para penyuluh dalam mendukung pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.
Dukungan dari pihak madrasah menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan program Gempita. Kolaborasi antara penyuluh dan tenaga pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, terutama bagi siswa yang masih memerlukan pendampingan dasar dalam mengenal huruf hijaiyah dan memperbaiki bacaan.
Program Gempita tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk menanamkan kecintaan terhadap kitab suci, membiasakan perilaku terpuji, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang teratur, para siswa diharapkan semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an dan termotivasi untuk terus belajar.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Mudik berharap gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dapat terus berkembang melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat. Program tersebut sekaligus menegaskan peran strategis Penyuluh Agama Islam dalam mendampingi generasi muda serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang bermanfaat dan berdampak nyata.
Dengan semangat Gempita, upaya mewujudkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada ajaran agama diharapkan semakin kuat, dimulai dari lingkungan madrasah hingga masyarakat luas.(MRD)

