Jiwandi Ajak Jamaah Jadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup

admin
2 Min Read

KUANTAN SINGINGI– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Jiwandi, memberikan tausyiah keagamaan kepada ibu-ibu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup” dan diikuti oleh ibu-ibu majelis taklim Desa Pelukahan. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (18/10/2026).

Dalam tausyiahnya, Jiwandi menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam yang menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan, baik dalam beribadah kepada Allah SWT maupun dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Di hadapan para jamaah, Jiwandi mengajak ibu-ibu majelis taklim untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai teman setia dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an akan menuntun seseorang menuju kebaikan, memberikan ketenangan hati, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan teman setia sepanjang masa. Jangan hanya membacanya, tetapi pahami maknanya dan amalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an yang kita baca dan amalkan akan menjadi bekal kebaikan bagi kita, termasuk sebagai syafaat dengan izin Allah SWT pada hari akhir kelak,” pesan Jiwandi dalam tausiahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan membaca Al-Qur’an di lingkungan keluarga. Para ibu memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada anak-anak sejak dini, sehingga nilai-nilai keislaman dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan keluarga.

Melalui kegiatan BKMT ini, diharapkan ibu-ibu majelis taklim semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman agama, serta membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kegiatan tausyiah tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, diharapkan terwujud masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam.(MRD)

Share This Article
Tidak ada komentar