Pekanbaru (Kemenag) — Jalan Sehat Kerukunan menjadi penutup rangkaian kegiatan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Provinsi Riau yang berlangsung di kawasan Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Kecamatan Tenayan Raya, Ahad (19/7/2026).
Kegiatan jalan sehat diikuti seluruh peserta kemah yang berasal dari 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Peserta memulai rute dari halaman Masjid Paripurna Agung Al Firdaus, mengelilingi kawasan bundaran, hingga berakhir di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru.
Usai jalan sehat, panitia mengumumkan para pemenang berbagai cabang perlombaan yang telah digelar selama kemah, di antaranya lomba defile, paduan suara Mars IPARI dan lagu daerah, pentas seni, susur jejak, serta futsal. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pembagian hadiah dan door prize jalan sehat.
Penutupan resmi kegiatan kemah dilakukan oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Zakat dan Wakaf (Penazawa) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Mas Jekki Amri, M.HS., S.Sos., M.M. Setelah penyerahan hadiah dan door prize, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat moderasi beragama, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua IPARI Provinsi Riau, Masrizal, S.Ag., M.H., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak yang telah mendukung suksesnya Kemah Kerukunan dan Ekoteologi. Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan.
“Semangat kerukunan dan kebersamaan yang ditunjukkan peserta selama kemah menjadi modal penting dalam memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat. Kegiatan ini direncanakan akan kembali dilaksanakan dua tahun mendatang dengan tuan rumah yang berbeda,” ujar Masrizal
Untuk pelaksanaan tahun 2026, PD IPARI Kota Pekanbaru dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Provinsi Riau.
Sebagai wujud nyata implementasi ekoteologi, panitia juga menggelar operasi semut sebelum peserta meninggalkan lokasi kemah. Seluruh peserta secara bersama-sama membersihkan area perkemahan dan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang mengusung semangat “Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu” ini diharapkan menjadi momentum penguatan kerukunan umat beragama sekaligus menegaskan peran penyuluh agama sebagai penggerak harmoni sosial dan kepedulian ekologis di Provinsi Riau.

