Pekanbaru (Kemenag) — Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di sekitar lokasi Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Provinsi Riau pada Sabtu sore (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Kecamatan Tenayan Raya, tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam kemah yang mengusung semangat pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai ekoteologi.
Penanaman pohon dilakukan secara bersama-sama oleh jajaran pengurus PW IPARI Provinsi Riau dan pengurus PD IPARI dari kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Aksi ini menjadi simbol komitmen penyuluh agama dalam menjaga kelestarian alam serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Ketua PW IPARI Provinsi Riau, Masrizal, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk implementasi nyata konsep ekoteologi yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang berkewajiban merawat bumi.
“Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam menjaga lingkungan. Melalui penanaman pohon ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa merawat alam adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta kemah. Selain mempererat kebersamaan antarpenyuluh agama, penanaman pohon juga menjadi momentum edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan mewariskan lingkungan yang baik bagi generasi mendatang.
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Provinsi Riau sendiri diikuti oleh ratusan penyuluh agama dari 12 kabupaten dan kota se-Riau. Berbagai kegiatan dilaksanakan selama kemah, mulai dari seminar kerukunan, pentas seni, perlombaan, hingga aksi-aksi peduli lingkungan sebagai implementasi tema “Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu.”

