Kuantan Singingi – Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Hulu Kuantan memberikan pembinaan keagamaan kepada peserta didik SMP Negeri 1 Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal, menulis, dan memahami huruf-huruf hijaiyah sebagai dasar untuk membaca Al-Qur’an. Pada Rabu (21/10/2026)
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama oleh lima Penyuluh Agama Islam, yaitu Yesi Gusman, Ahmad Damri, M. Hasri, Delpajrianti, dan Dewi Putri Mestika. Mereka memberikan bimbingan kepada para siswa dengan pendekatan pembelajaran yang sederhana, bertahap, dan mudah dipahami.
Dalam pelaksanaannya, para penyuluh menggunakan metode menulis huruf demi huruf hijaiyah di papan tulis. Melalui metode ini, siswa diajak mengenal bentuk setiap huruf, memperhatikan cara penulisannya, serta memahami perbedaan antara satu huruf dengan huruf lainnya. Pembelajaran dilakukan secara bertahap agar para siswa dapat mengikuti materi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Metode menulis langsung di papan tulis diharapkan dapat membantu siswa lebih mudah mengenali huruf-huruf hijaiyah. Dengan melihat contoh yang diberikan oleh penyuluh, siswa dapat memperhatikan bentuk huruf secara langsung, kemudian berlatih menulis dan mengingatnya. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif dalam suasana pembinaan yang edukatif.
Yesi Gusman, salah seorang Penyuluh Agama Islam yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak usia sekolah.
“Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, kami terus berupaya membimbing anak-anak SMP Negeri 1 Hulu Kuantan agar mereka mampu mengenal huruf-huruf hijaiyah dan terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Kami berharap mereka semakin bersemangat untuk belajar membaca Al-Qur’an, karena kemampuan ini merupakan bekal penting bagi kehidupan mereka,” ujar Yesi Gusman.
Menurutnya, pembinaan baca tulis Al-Qur’an membutuhkan proses yang berkelanjutan. Setiap siswa memiliki kemampuan dan tingkat pemahaman yang berbeda sehingga diperlukan pendekatan yang sabar, telaten, dan tidak terburu-buru. Para penyuluh diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa tidak merasa kesulitan ketika mempelajari huruf-huruf hijaiyah.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran strategis Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga hadir memberikan pendampingan langsung agar generasi muda memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an.
Melalui pembinaan di SMP Negeri 1 Hulu Kuantan, para Penyuluh Agama Islam berharap semakin banyak siswa yang mampu mengenal huruf hijaiyah, meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam.
Sinergi antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi keagamaan yang kuat. Upaya ini diharapkan terus berlanjut sehingga gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di Kecamatan Hulu Kuantan. Syf.
Indragiri Hulu – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seberida bersama Penyuluh Agama Islam menyalurkan…
Kuantan Singingi – Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama…
Kuantan Singingi – Semangat pengabdian kepada umat terus ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan…
Pelalawan – Dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2026, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama…
Kuantan Singingi — Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam…
Kuantan Singingi — Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam…