Pekanbaru – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru berlangsung khidmat dengan keterlibatan dua Penyuluh Agama Islam yang dipercaya mengemban tugas penting dalam upacara yang digelar hari Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri sekaligus memperkuat komitmen generasi penerus dalam membangun bangsa.
Dua penyuluh agama tersebut adalah Nafrizal, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Marpoyan Damai, yang bertugas sebagai pemimpin upacara, serta Nurhadi, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Binawidya, yang bertugas membacakan doa.Nafrizal memimpin jalannya upacara dengan tegas dan penuh tanggung jawab. Pengalamannya sebagai Resimen Mahasiswa (Menwa) IAIN Susqo pada tahun 1997 menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas tersebut. Sikap disiplin dan ketegasan yang ditampilkannya mencerminkan semangat pengabdian dalam menyukseskan peringatan Hari Santri.
Sementara itu, Nurhadi mengemban tugas membacakan doa dengan penuh kekhusyukan. Doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para ulama, guru, dan santri yang telah mencurahkan darah, harta, waktu, serta ilmu demi perjuangan kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Dalam untaian doa tersebut, dipanjatkan pula harapan agar Allah SWT melimpahkan rahmat kepada para ulama dan guru yang telah mewariskan ilmu serta membimbing umat.
Doa juga ditujukan bagi para pemimpin di lingkungan Kementerian Agama, para pemimpin bangsa, serta seluruh santri Indonesia agar senantiasa diberikan petunjuk, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah. Para santri sebagai generasi penerus bangsa turut menjadi bagian penting dalam doa tersebut. Mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berjiwa nasionalis, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Pembina upacara, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Suhardi HS, turut memimpin penguatan pesan dari Menteri Agama Republik Indonesia pada peringatan Hari Santri yang disampaikan dalam upacara.
Perpaduan peran Nafrizal dan Nurhadi menghadirkan gambaran dua sisi pengabdian penyuluh agama, ketegasan dalam memimpin dan kelembutan dalam memanjatkan doa. Keduanya menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian pesan keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga melalui tanggung jawab, kedisiplinan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kebangsaan.
Melalui momentum Hari Santri ini, para penyuluh agama diharapkan terus menjadi penggerak nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat. Sebab, santri yang kuat bukan hanya mereka yang mendalami ilmu agama, melainkan juga mereka yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa, demi Indonesia yang beriman, berkarakter, dan bermartabat. YOY
Kuantan Singingi — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Jubardi,…
Kuantan Singingi – Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, Penyuluh Agama…
Kuantan Singingi – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Nuraini,…
Pelalawan – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Langgam, Ustadz Sabbih Lubis, menghadiri kegiatan Wirid Akbar…
Meranti — Penyuluh Agama Islam, Miftahul Jannah, melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap remaja Masjid Darussalam, Desa…
Indragiri Hulu – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seberida bersama Penyuluh Agama Islam menyalurkan…