{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"19.6.0","enterFrom":"home_draft","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"VE5A0QRX-EL6Y-W0Q2-7BVX-8WLRYJ19WFYF","pictureId":"VE5A0QRX-EL6Y-W0Q2-7BVX-8WLRYJ19WFYF","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"19.6.0","enterFrom":"home_draft","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"VE5A0QRX-EL6Y-W0Q2-7BVX-8WLRYJ19WFYF","pictureId":"VE5A0QRX-EL6Y-W0Q2-7BVX-8WLRYJ19WFYF","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}
Rokan Hilir — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Rokan Hilir berkomitmen memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi masyarakat, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Wujud nyata pembinaan ini ditunjukkan oleh dua penyuluh agama dari KUA Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, yakni Melda dan Nurba’i, yang menggelar kegiatan bimbingan rohani khusus bagi narapidana (napi) wanita di Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) Kelas IIA Bagansiapiapi.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di dalam kompleks blok hunian wanita tersebut mengangkat tema mendalam, yaitu “Sholat dan Taubat”. Program ini dirancang untuk menyentuh hati para warga binaan agar menjadikan masa penahanan sebagai momentum emas untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dalam penyampaian materinya, Melda menekankan bahwa pintu taubat selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin berubah. Menurutnya, masa lalu yang kelam tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk menjadi hamba yang lebih baik di masa depan. Penjara bukanlah akhir dari segalanya, melainkan tempat bagi kita untuk merenung dan berbenah. “Melalui taubat yang nasuha (sungguh-sungguh), kita membersihkan hati dan menata kembali lembaran hidup yang baru,” ujar Melda di hadapan para napi wanita yang tampak khusyuk mendengarkan.
Sementara itu, Nurba’i memberikan bimbingan praktis mengenai tata cara sholat yang benar, mulai dari kesempurnaan wudhu, gerakan sholat, hingga pemaknaan bacaan sholat. Ia mengingatkan bahwa sholat merupakan tiang agama sekaligus benteng pertahanan terbaik agar seseorang terhindar dari perbuatan keji dan mungkar setelah bebas nanti.
Pihak manajemen Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menyambut baik dan mengapresiasi kontribusi aktif dari IPARI Rokan Hilir melalui para penyuluh KUA Tanah Putih Tanjung Melawan. Kegiatan pembinaan spiritual ini dinilai sangat efektif dalam menjaga ketenteraman emosional warga binaan serta mendukung program reintegrasi sosial agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat dengan kepribadian yang baru dan religius.uus
KUANTAN SINGINGI– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan…
Rokan Hilir – Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Tanah Putih, Idrus, S.Pd.I., memberikan bimbingan rohani,…
Indragiri Hilir – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Tuaka, Muslim, memberikan…
Pekanbaru – Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pekanbaru, Buslihat Abdullah, S.Ag., M.H.,…
KUANTAN SENGINGI — Sebanyak enam Penyuluh Agama Islam mendapatkan pembekalan sebelum turun ke lapangan untuk…
Kuantan Sengingi — Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Ernita…