PEKANBARU — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penghulu, dan penyuluh agama Islam se-Provinsi Riau mengikuti pembinaan bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Abu Rokhmad., di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Rabu (23/9/2026).
Dalam pembinaannya, . Abu Rokhmad menekankan pentingnya sinergi antara penghulu dan penyuluh agama Islam dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, penghulu dan penyuluh merupakan dua unsur penting yang harus berjalan seimbang dalam memperkuat layanan Bimas Islam di tengah masyarakat.
“Penghulu dan penyuluh itu ibarat dua kaki. Kalau keduanya kuat dan seimbang, bisa berdiri dengan kokoh, bahkan berjalan dan berlari. Karena itu, penghulu dan penyuluh harus rukun dan saling menguatkan,” ungkapnya dalam pembinaan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan KUA membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan mampu menjalankan fungsi pelayanan secara optimal. Bahkan, saat ini terdapat penyuluh agama yang mendapat amanah sebagai kepala KUA.
Pembinaan tersebut diikuti oleh kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama Islam dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung secara luring bagi penyuluh agama dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kampar, sementara peserta dari kabupaten/kota lainnya mengikuti pembinaan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dalam penyampaiannya sangat senang dan mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Dirjen Bimas Islam, dan beliau juga melaporkan pada kesempatan tersebut bahwa jumlah penyuluh agama Islam di Provinsi Riau mencapai 673 orang yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kepala Bagian Tata Usaha, para pejabat di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, serta empat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.
Selain menekankan sinergi penghulu dan penyuluh, Dirjen Bimas Islam juga mengingatkan bahwa tugas penyuluh agama bukan sekadar pekerjaan administratif atau kegiatan yang berlangsung pada jam kerja. Penyuluh memiliki tanggung jawab yang luas dalam menjaga dan membina kehidupan keagamaan masyarakat.
“Penyuluh itu bekerja 24 jam karena menjaga ruh umat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abu Rokhmad juga menyampaikan pentingnya penguatan layanan pascapernikahan. Menurutnya, pelayanan KUA tidak seharusnya berhenti setelah akad nikah dilaksanakan. Pasangan yang telah melangsungkan pernikahan perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan setelah memasuki kehidupan rumah tangga.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah melakukan kunjungan kepada pasangan yang telah menikah sekitar tiga bulan setelah akad. Melalui kunjungan tersebut, petugas dapat mengetahui kondisi kehidupan pasangan setelah menikah sekaligus memberikan pendampingan apabila terdapat persoalan dalam rumah tangga.
Hal ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan KUA yang tidak hanya berorientasi pada proses administrasi dan pelaksanaan akad nikah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi ketahanan dan kualitas kehidupan keluarga di masyarakat.
Pembinaan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama Islam dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan penguatan kapasitas dan kolaborasi seluruh unsur Bimas Islam, KUA diharapkan semakin berdaya, penghulu semakin profesional, dan penyuluh semakin berdampak dalam mewujudkan masyarakat Riau yang mendapatkan layanan keagamaan yang berkualitas, bahagia, dan puas. YOY
KUANTAN SINGINGI– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan…
Rokan Hilir – Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Tanah Putih, Idrus, S.Pd.I., memberikan bimbingan rohani,…
Indragiri Hilir – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Tuaka, Muslim, memberikan…
Pekanbaru – Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pekanbaru, Buslihat Abdullah, S.Ag., M.H.,…
KUANTAN SENGINGI — Sebanyak enam Penyuluh Agama Islam mendapatkan pembekalan sebelum turun ke lapangan untuk…
Kuantan Sengingi — Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Ernita…